INSTALASI FEEDER KABEL TM & TR CENTENNIAL TOWER, JAKARTA
November 19, 2018
kontraktor mekanikal elektrikal, kontraktor mekanikal elektrikal hvac, kontraktor mekanikal elektrikal di jakarta, kontraktormekanikalelektrikaldijakarta kontraktor mep hvac, kontraktor mep hvac di jakarta, kontraktormephvac
PARAMETER DESAIN BAGI RUANG ISOLASI RUMAH SAKIT
November 19, 2018

Pengujian tata Udara, HVAC

Penyebaran patogen melalui pernafasan di udara pada suatu ruangan sangat dipengaruhi oleh sistem ventilasi, filterasi dan tata udara yang baik. Untuk mengetahui hal tersebut dan untuk mendapatkan jaminan keamanan kualitas udara ruangan (IAQ, Indoor Air Quality) maka perlu dilakukan pengujian sistem tata udara secara komprehensif. Salah satu jenis pengujian yang sering digunakan pada ruangan tertutup baik tunggal maupun jamak, adalah menggunakan gas karbon dioksida (CO2) sebagai media pelacak dan peluruhan konsentrasi udara (CO2 tracer and concentration decay). Pengujian ini didasarkan pada standard ASTM E741, “Metode Uji Standar untuk Menentukan Tingkat Perubahan Udara di Zona Tunggal dengan Cara Peleburan Gas Pelacak” (Standard Test Method for Determining Level of Air Change in Single Zone by Dilution of Gas Tracking). Pengujian menggunakan gas CO2 banyak dilakukan dewasa ini, hal ini dikarenakan metodenya sederhana, mudah dilakukan, murah dan memiliki akurasi yang cukup tinggi.

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui besaran tingkat pembersihan kontaminan di udara pada sistem tata udara ruang isolasi. Pembersihan kontaminan udara ini berhubungan dengan pertukaran udara yang dipersyaratkan yaitu sebesar 12 ACH, sehingga dengan pengujian ini diharapkan akan diketahui efektivitas ventilasi, filterasi dan resirkulasi udara pada suatu ruang isolasi tunggal.

Metode pengujian didasarkan pada standard ASTM E741 bagian 8, menggunakan gas karbon dioksida (CO2) sebagai media pelacak dan peluruhan konsentrasi udara. Gas CO2 yang disemburkan dari tabung  ke dalam ruangan yang akan diuji berkisar antara 4000 sampai dengan 6000 ppm (tidak melebihi 10.000 ppm). Sampling data akan dibaca oleh alat pengukur / emiiter dalam tiap durasi 30 detik selama minimal 15 menit. Pada pengujian kali ini sampling diambil selama 30 menit untuk mendapatkan besaran nilai peluruhan yang sesuai dengan besaran awal (baseline). Peluruhan besaran CO2 terhadap satuan waktu ini akan diukur dan  dianalisis sehingga akan diketahui efektivitas filterasi dan pertukaran udara / ACH ruangan.

Secara singkat tata cara pemeriksaan dan pengujian dilakukan sebagai berikut:

  1. Sebelum pengukuran dimulai menentukan terlebih dahulu titik yang paling ideal untuk menempatkan alat pengukur / emitter agar konsentrasi gas CO2 dapat terbaca dengan baik.
  2. Seluruh unit tata udara (F.AHU, R.AHU dan Exhaust fan) dijalankan selama 1-2 jam sebelum dilakukan pengukuran agar suhu, tekanan, kelembaban udara di dalam ruangan tercapai.
  3. Setelah unit beroperasi, alat pengukur kemudian dinyalakan untuk membaca baseline konsentrasi CO2 ruangan terlebih dahulu. Konsentrasi CO2 di udara normal umumnya bervariasi mulai dari 350 hingga 400 ppm (0,035%). Untuk ruangan tertutup dengan sistem mekanikal ventilasi, besaran konsentrasi CO2 lebih sedikit dan mendekati 0 (nol). Jenis dan fungsi ruangan akan menentukan tingkat konsentrasi
  4. Setelah baseline CO2 dicatat, ruangan kemudian disemburkan gas CO2 melalui tabung pemadam kebakaran selama 5-10 detik. Semburan CO2 harus dapat mengisi seluruh ruangan dan diperkirakan melewati sensor infra red alat ukur emitter. Semburan CO2 tidak melebihi 10.000 ppm demi keamanan petugas pengujian.
  5. Alat pengukur emitter membaca peluruhan / penurunan tingkat konsentrasi CO2 (dalam ppm) setiap 30 detik selama 30 menit. Sampling data dicatat dalam log sheet.
  6. Selama pengukuran dilakukan, pintu dan jendela ruangan dalam keadaan tertutup (terkunci). Bukaan pintu dan jendela akan mengakibatkan gas CO2 keluar dari ruangan dan akan mengakibatkan pembacaan pada alat ukur emitter menjadi kacau.

Setelah sampling data terkumpul, data kemudian dibawa untuk dianalisa guna mengetahui peluruhan konsentrasi gas CO2 dan pergantian udara ruangan.

 

— oOo —

Leave a Reply

Your email address will not be published.